Adab-Adab Puasa yang Harus Diperhatikan

Salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim adalah berpuasa di bulan Ramadhan. 

Ibadah puasa ini dilakukan selama satu bulan penuh dengan tujuan meraih ketakwaan, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”


Selama menjalankan puasa, seseorang harus menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, selain menjaga fisik, ada adab-adab yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa lebih berkualitas dan berpahala sempurna.


Adab-Adab dalam Berpuasa


1. Melakukan Sahur di Akhir Waktu

Sahur sangat dianjurkan karena membantu menyediakan energi untuk menjalani puasa seharian penuh. Selain itu, sahur juga mengandung keberkahan, sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA:


بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Artinya: “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”


Makanan yang paling baik dikonsumsi saat sahur adalah kurma, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Dan sebaik-baik makanan sahur adalah kurma.” (HR. Abu Dawud, No. 2345)


2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Jika sahur dianjurkan untuk diakhirkan, maka berbuka puasa lebih utama untuk disegerakan. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang-orang senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari, jilid 4, hal 198)


Rasulullah SAW biasanya berbuka puasa dengan beberapa biji kurma atau seteguk air, sebelum melaksanakan shalat Maghrib. 

Disunnahkan membaca doa berikut sebelum berbuka:


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ


Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud, jilid 2, hal 765)


3. Menghindari Perkataan dan Perbuatan Sia-Sia

Rasulullah SAW mengajarkan agar saat berpuasa, seseorang menjaga lisannya dari perkataan yang tidak bermanfaat. Dalam haditsnya, beliau bersabda:


“Pada hari seseorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berbicara kotor dan jangan berkata sia-sia.” (HR. Bukhari, No. 1904)


Maksiat seperti menggunjing, bergosip, berkata kasar, dan berbohong dapat mengurangi pahala puasa dan bahkan menghapusnya. 

Oleh karena itu, penting untuk menjaga perkataan dan mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat.


4. Mengendalikan Hawa Nafsu

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari emosi, amarah, serta tindakan yang tidak baik. Rasulullah SAW bersabda:


“Jika seseorang mencelamu atau memaki, maka katakanlah: ‘Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.'” (HR. Bukhari, No. 1894)


Hadits ini mengajarkan agar seseorang tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi tetap sabar dan menghindari pertengkaran.


5. Tidak Berlebihan dalam Makan Saat Berbuka

Saat berpuasa, seringkali seseorang tergoda untuk membeli banyak makanan dan mengonsumsinya secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda:


“Tidak ada bejana yang dipenuhi oleh manusia yang lebih buruk daripada perutnya.” (HR. Tirmidzi, No. 2380)


Oleh karena itu, disarankan untuk makan secukupnya dan berhenti sebelum kenyang agar tubuh tetap sehat dan ibadah lebih khusyuk.


6. Bersikap Dermawan dan Suka Berbagi

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana seseorang dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya memberi makan orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:


“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar, dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Itu disediakan bagi orang-orang yang memberi makan, berkata lembut, senang berpuasa, dan melaksanakan shalat malam ketika manusia sedang tidur.” (HR. Ahmad, jilid 5, hal 343)


Memberi makan orang yang berpuasa tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.


Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengikuti adab-adab berpuasa seperti melakukan sahur di akhir waktu, menyegerakan berbuka, menghindari perkataan sia-sia, menahan hawa nafsu, tidak makan berlebihan, serta gemar berbagi dengan sesama.


Jangan sampai puasa yang kita lakukan hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi tidak memberikan manfaat spiritual dan sosial yang lebih luas. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan. Aamiin.

Tag Kategori Berita