Apa Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah?

Zakat, infak, dan sedekah adalah istilah yang sering dijumpai dalam ajaran Islam, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits. Ketiganya merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan bagi umat Muslim sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan di antara ketiga konsep ini. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan zakat, infak, dan sedekah berdasarkan beberapa aspek utama:


1. Perbedaan Berdasarkan Definisi

Zakat berasal dari kata zaka, yang memiliki arti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dalam Islam, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha milik umat Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai ketentuan syariat.


Infak berasal dari kata anfaqa dalam bahasa Arab, yang berarti mengeluarkan harta untuk suatu kepentingan dalam Islam. Infak adalah pemberian harta yang digunakan untuk memenuhi perintah agama dan membantu orang lain.


Sedekah berasal dari kata shodaqoh, yang berarti pemberian sukarela yang bertujuan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Berbeda dengan zakat dan infak, sedekah tidak terbatas pada harta, tetapi bisa berupa bentuk kebaikan lainnya, seperti senyuman, tenaga, atau pertolongan kepada sesama.


2. Perbedaan Berdasarkan Hukum

Zakat memiliki status wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, seperti nishab (batas minimum harta yang wajib dizakati) dan haul (kepemilikan selama satu tahun). Contohnya, zakat maal wajib dikeluarkan jika harta telah mencapai nishab sebesar 85 gram emas dalam satu tahun.


Infak dan Sedekah memiliki hukum sunnah, yang berarti tidak wajib tetapi sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan pahala dan manfaat sosial 

yang besar.


3. Perbedaan Berdasarkan Wujud

Zakat memiliki bentuk berupa harta atau barang, misalnya zakat fitrah yang dapat dibayarkan dengan makanan pokok. Selain itu, penerima zakat terbatas pada delapan asnaf (golongan yang berhak menerima zakat).


Infak juga berbentuk harta, yang diberikan kepada masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam rangka menjalankan perintah agama. Tidak ada batasan nisab dalam infak, sehingga seseorang dapat memberikan infak dalam jumlah berapa pun dan kapan saja sesuai keikhlasan.


Sedekah lebih fleksibel karena tidak hanya berbentuk uang atau harta, tetapi juga dapat berupa bantuan non-materi, seperti senyuman, tenaga, atau pertolongan kepada sesama.


4. Perbedaan Berdasarkan Manfaat

Baik zakat, infak, maupun sedekah memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, masing-masing memiliki manfaat utama:


Zakat berfungsi sebagai pembersih harta dan sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang kurang mampu.

Infak bermanfaat dalam membantu kebutuhan sosial dan keagamaan tanpa adanya batasan jumlah atau penerima.

Sedekah memberikan dampak luas, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk kebaikan sosial yang dapat memberikan keberkahan dalam kehidupan.


Kesimpulan

Ketiga bentuk ibadah ini—zakat, infak, dan sedekah—adalah cara bagi umat Islam untuk berbagi kebaikan dan menebar manfaat kepada sesama. Semua bentuk amal ini dapat dilakukan dengan mudah melalui ZX, yang menyediakan layanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara aman dan terpercaya.

Tag Kategori Berita