Hati-Hati Terjebak Istidraj, berikut Cara Menghindarinya
Pernahkah melihat seseorang yang hidup dalam kemewahan, tetapi lalai dalam menjalankan ibadah?
Hidupnya tampak menyenangkan dan penuh keberuntungan, meskipun tenggelam dalam hawa nafsu.
Namun, perlu diwaspadai, bisa jadi itu adalah tanda istidraj.
Apa Itu Istidraj?
Istidraj adalah suatu kondisi di mana seseorang terus-menerus diberikan kenikmatan berupa materi, kesehatan, dan kelapangan rezeki, tetapi pada saat yang sama, ia semakin jauh dari Allah SWT tanpa menyadarinya.
Seseorang yang mengalami istidraj mungkin merasa hidupnya semakin baik dari segi duniawi, tetapi kehilangan keberkahan dalam spiritualitasnya. Jika seseorang menikmati berbagai nikmat tanpa bersyukur dan justru semakin larut dalam kemaksiatan serta melupakan Allah, maka itu bisa menjadi bentuk istidraj.
Allah SWT telah memperingatkan tentang istidraj dalam firman-Nya:
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
(QS. Al-An’am: 44)
Banyak orang terjebak dalam istidraj tanpa menyadarinya. Mereka menganggap kenikmatan yang diperoleh adalah tanda keberkahan dan anugerah,
padahal itu adalah ujian yang diberikan oleh Allah. Istidraj bisa menjadi jebakan berbahaya bagi mereka yang tidak menyadari bahwa kenikmatan
duniawi yang diterima sebenarnya adalah cobaan yang dapat membuat seseorang semakin lalai dalam ketaatan.
Ciri-Ciri Orang yang Terkena Istidraj
Seseorang yang mengalami istidraj biasanya merasakan kehidupannya berjalan lancar tanpa hambatan,
meskipun jauh dari ibadah dan sering melakukan maksiat. Berikut beberapa tanda orang yang mengalami istidraj:
- Merasa nyaman dalam kemaksiatan, tidak pernah merasa bersalah atau menyesal atas dosa yang dilakukan.
- Tidak terdorong untuk beribadah, meskipun memiliki banyak waktu dan kesempatan.
- Merasa tidak membutuhkan Allah, seolah-olah semua keberhasilan yang diraih adalah hasil usahanya sendiri tanpa keterlibatan Tuhan.
- Hidup penuh dengan kenikmatan duniawi, tetapi hati terasa kosong dan jauh dari ketenangan batin.
- Istidraj diberikan kepada mereka yang hatinya telah mati, tidak merasa kehilangan ketika meninggalkan ketaatan, dan tidak menyesali dosa yang diperbuat. Mereka hidup dalam ilusi kesenangan, tetapi sesungguhnya semakin menjauh dari tujuan hakiki kehidupan.
Cara Menghindari Istidraj
Agar tidak terjebak dalam kenikmatan semu yang menyesatkan, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari istidraj:
- Bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.
- Menjalankan ibadah dengan ikhlas dan konsisten, tanpa merasa terbebani.
- Memohon ampun kepada Allah secara rutin dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukan.
- Meninggalkan kebiasaan maksiat, sekecil apa pun, serta terus memperbaiki diri.
- Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dunia yang bisa menjerumuskan ke dalam istidraj.
- Selalu mengingat kematian dan kehidupan akhirat, agar tidak terlena dengan kesenangan duniawi.
- Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, baik melalui bantuan tenaga, pikiran, maupun harta.
- Menjaga sikap rendah hati, tidak sombong atau merasa lebih unggul dibandingkan orang lain karena kenikmatan yang dimiliki.
- Mendalami ilmu agama untuk memahami lebih dalam tentang ajaran Islam dan menjaga diri dari kebodohan spiritual.
- Bersedekah dan berinfak secara rutin, sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah.
Istidraj adalah salah satu bentuk ujian yang bisa menyesatkan seseorang tanpa ia sadari. Kenikmatan duniawi yang terus mengalir bukan selalu pertanda keberkahan, tetapi bisa menjadi ujian yang menggiring seseorang semakin jauh dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu bersyukur, tetap berada di jalan ketaatan, dan menjaga keberkahan hidup dengan berbagi serta membantu sesama.
Mari kita selalu waspada terhadap istidraj dan menjaga keberkahan rezeki yang Allah berikan dengan bersedekah serta menafkahkan sebagian harta
untuk kebaikan.