Mengenal Pahlawan Muslim Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan yang saat ini dinikmati tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang telah berkorban untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Bahkan setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, kondisi Indonesia masih belum sepenuhnya stabil karena kedatangan kembali tentara asing yang ingin merebut kekuasaan.


Di antara para pahlawan yang berjuang, terdapat tokoh ulama dan pejuang Muslim yang turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang jasa mereka, berikut beberapa pahlawan Muslim yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan.


1. Rahma El-Yunusiyah

Mungkin sebagian orang lebih mengenal tokoh pahlawan wanita seperti Cut Nyak Dien, R.A. Kartini, atau Dewi Sartika. Namun, ada juga sosok pahlawan dari Minangkabau yang memiliki peran besar dalam dunia pendidikan, yaitu Rahma El-Yunusiyah. Beliau adalah pendiri Madrasah Diniyah Putri pada 1 November 1923, sekolah khusus bagi perempuan Muslim agar mereka bisa berperan sebagai pendidik, pekerja sosial, serta teladan moral dalam masyarakat. Selain itu, ia juga mendirikan Menyesal School pada tahun 1925 hingga 1932, sebuah sekolah yang bertujuan mengentaskan buta huruf di kalangan ibu rumah tangga.


2. K.H. Hasyim Asy’ari

K.H. Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama dan pejuang nasional yang memiliki wawasan luas serta pemikiran visioner dalam perjuangan kemerdekaan. Ia merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Pondok Pesantren Tebuireng.Salah satu peran pentingnya dalam perjuangan nasional adalah mencetuskan Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Resolusi ini menegaskan bahwa membela tanah air adalah kewajiban bagi setiap Muslim di Indonesia. Selain itu, ia juga merupakan ayah dari K.H. Abdul Wahid Hasyim, yang menjadi anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan dalam perumusan dasar negara.


3. K.H. Zainal Mustafa

Saat Jepang menjajah Indonesia, K.H. Zainal Mustafa memimpin perlawanan di Singaparna, Tasikmalaya pada Februari 1944. Ia menolak keras kebijakan Jepang yang mewajibkan Seikerei, yaitu penghormatan kepada Kaisar Jepang dengan membungkuk ke arah matahari terbit.Penentangannya terhadap kebijakan Jepang dan kepeduliannya terhadap rakyat membuatnya menjadi ancaman bagi penjajah. Akibatnya, K.H. Zainal Mustafa ditangkap pada 25 Februari 1944 dan dijatuhi hukuman mati pada 25 Oktober 1944. Untuk mengenang jasanya, namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Kota Tasikmalaya.


4. H.O.S. Cokroaminoto

H.O.S. Cokroaminoto atau Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto adalah salah satu pahlawan nasional yang dikenal sebagai guru dari para tokoh besar seperti Soekarno, Semaoen, Musso, Alimin, dan Tan Malaka. Ia merupakan pemimpin Sarekat Islam (SI), organisasi pertama di Indonesia yang bergerak dalam bidang ekonomi dan politik. 


Perjuangannya melawan ketidakadilan antara lain mencakup:

  • Mengecam pengambilalihan tanah rakyat oleh orang-orang Eropa untuk dijadikan perkebunan.
  • Mendesak pengembalian tanah rakyat di Gunung Seminung, Sumatera Selatan.
  • Menuntut agar dokter pribumi diperlakukan setara dengan dokter Belanda.

5. Sultanah Safiatuddin

Sultanah Safiatuddin adalah pemimpin perempuan pertama di Kesultanan Aceh Darussalam. Ia naik takhta setelah suaminya, Sultan Iskandar Tsani, wafat pada tahun 1641 M. Kepemimpinannya menghadapi tantangan karena ada perdebatan mengenai hukum Islam dalam kepemimpinan perempuan. 

Namun, hal ini tidak menyurutkan tekadnya untuk menjaga stabilitas Aceh. Dalam masa pemerintahannya selama 34 tahun, Sultanah Safiatuddin berhasil mencegah pengaruh kolonial masuk ke wilayah Aceh melalui diplomasi yang cermat. Selain itu, ia juga mengembangkan pendidikan dan ilmu pengetahuan, mendirikan perpustakaan, serta membangun Jami’ Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) sebagai pusat pembelajaran. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, ia menerapkan kebijakan pemberian zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya, sehingga Aceh memiliki sistem ekonomi yang kuat 

dan berkeadilan.


Itulah beberapa tokoh pahlawan Muslim yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semangat dan dedikasi mereka dalam membela tanah air menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya agar selalu berjuang dan memberikan manfaat bagi masyaraka

Tag Kategori Berita