Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, dari Pengertian hingga Besarannya

Zakat berasal dari kata “zaka” yang memiliki arti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Disebut sebagai zakat karena ibadah ini memiliki tujuan untuk menyucikan harta, membersihkan jiwa, serta menumbuhkan kebaikan dalam kehidupan seorang Muslim (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5).


Menurut Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha milik Muslim untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.


Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Maal (Harta). Berikut perbedaan antara keduanya:


1. Pengertian

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadhan sebagai bentuk penyucian diri.

Zakat Maal (Harta) adalah zakat yang wajib dikeluarkan berdasarkan jumlah harta yang dimiliki seorang Muslim, dengan ketentuan mencapai nisab (batas minimal harta wajib zakat) dan haul (kepemilikan selama satu tahun penuh).Berbeda dengan zakat fitrah yang hanya dikeluarkan sekali setahun saat Ramadhan, zakat maal bisa dikeluarkan kapan saja ketika harta seseorang telah memenuhi syarat.


Zakat maal terbagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

  • Zakat penghasilan
  • Zakat perniagaan
  • Zakat pertanian
  • Zakat pertambangan
  • Zakat hasil laut
  • Zakat peternakan
  • Zakat hasil temuan (Rikaz)
  • Zakat tabungan, emas, perak, dan surat berharga

Setiap jenis zakat maal memiliki cara perhitungan yang berbeda sesuai dengan jenis hartanya.


2. Ketentuan Wajib Zakat

🔹 Zakat Fitrah:

Seseorang wajib membayar zakat fitrah jika memenuhi syarat berikut:

  • Beragama Islam
  • Masih hidup saat bulan Ramadhan
  • Memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idul Fitri


🔹 Zakat Maal:

Harta yang wajib dizakati harus memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Dimiliki secara penuh oleh pemiliknya
  • Harta diperoleh dengan cara yang halal
  • Mencapai nisab (batas minimal harta wajib zakat)
  • Sudah mencapai haul (berlalu satu tahun kepemilikan, kecuali beberapa jenis zakat seperti pertanian yang dikeluarkan saat panen)


3. Besaran Zakat

  •  Zakat Fitrah

Dibayarkan berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga.

Besarannya disesuaikan dengan bahan makanan pokok yang umum dikonsumsi di daerah tersebut, seperti beras, gandum, atau jagung.

Umumnya setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter bahan makanan pokok per orang.


  • Zakat Maal

Besaran zakat maal ditentukan berdasarkan nisab, yakni batas minimal kepemilikan harta yang wajib dizakati.

Setiap jenis harta memiliki nisab yang berbeda.

Nisab zakat emas: 85 gram emas

Nisab zakat perak: 595 gram perak

Nisab zakat penghasilan dan perdagangan: senilai 85 gram emas dalam setahun

Kadar zakat yang dikeluarkan umumnya 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab.


4. Waktu Pelaksanaan Zakat

  • Zakat Fitrah

Wajib dibayarkan pada bulan Ramadhan sebelum shalat Idul Fitri.

Jika dibayarkan setelah shalat Id, maka dianggap sebagai sedekah biasa.


  • Zakat Maal

Tidak memiliki waktu khusus dalam pelaksanaannya.

Dapat dikeluarkan sepanjang tahun setelah harta memenuhi nisab dan haul.


5. Manfaat Zakat Maal

Zakat maal tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi yang menunaikannya. Berikut beberapa manfaat utama dari zakat maal:

  • Menyucikan harta dan jiwa

Zakat menghindarkan seseorang dari sikap kikir dan tamak.

Mengajarkan untuk berbagi kepada sesama dan merasa lebih bersyukur.


  • Mendapat keberkahan dalam rezeki

Allah menjanjikan bahwa harta yang dikeluarkan untuk zakat akan dilipatgandakan keberkahannya.

Zakat menjadi sarana untuk memperoleh kemudahan dan kelancaran rezeki.


  • Membantu kesejahteraan umat

Zakat dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa.

Mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.


Kesimpulan

  • Zakat Fitrah dan Zakat Maal memiliki perbedaan dari segi pengertian, ketentuan, besaran, waktu pelaksanaan, dan manfaatnya.
  • Zakat Fitrah bersifat wajib bagi setiap Muslim yang masih hidup saat Ramadhan, sementara Zakat Maal diwajibkan bagi mereka yang hartanya telah memenuhi nisab dan haul.
  • Menunaikan zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga cara untuk membersihkan harta, meningkatkan keberkahan, serta membantu sesama.

💡 Yuk, tunaikan zakat dan raih keberkahan! ðŸ”— idzx.org

Tag Kategori Berita