Waktu Berbuka Puasa dan Sunnah yang Dianjurkan
Selama bulan Ramadhan, pertanyaan tentang waktu berbuka puasa sering kali muncul, baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Lalu, kapan waktu berbuka puasa yang tepat bagi umat Islam? Secara umum, waktu berbuka puasa adalah saat matahari terbenam dan adzan Maghrib dikumandangkan. Namun, karena perbedaan zona waktu, setiap negara memiliki jadwal berbuka yang berbeda. Sebagai contoh, waktu berbuka di Indonesia tentu tidak sama dengan di Arab Saudi.Bahkan di dalam wilayah Indonesia sendiri, terdapat sedikit perbedaan waktu berbuka antara satu daerah dengan daerah lainnya. Meskipun demikian, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Yang terpenting, seluruh umat Islam harus mengikuti pedoman waktu berbuka yang telah dianjurkan dalam sunnah Rasulullah SAW.
Sunnah dalam Berbuka Puasa
Ketika waktu berbuka tiba, yang ditandai dengan kumandang adzan Maghrib, umat Muslim dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
“Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan berbuka puasa.”
Selain itu, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”
Dalam kitab Fathul Bari juga disebutkan:
“Kana Ashaba Muhammad saw Asra a An-Nas, Iftharan wa Abthauhum Suhura”.
Artinya: “Para Sahabat Nabi Muhammad SAW adalah mereka yang paling cepat berbuka puasa dan paling lambat makan sahur.”
Dari berbagai riwayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa menyegerakan berbuka adalah salah satu sunnah yang dianjurkan.
Oleh karena itu, ketika matahari telah terbenam, umat Islam sebaiknya segera membatalkan puasanya tanpa menundanya.
Dalam kitab yang sama, Imam Bukhari juga mencatat perbuatan Abu Said Al-Khudri yang berbuka puasa segera setelah lingkaran matahari menghilang.
Tata Cara Berbuka Puasa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Dalam Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu berbuka terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Maghrib.
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:
“Adalah Rasulullah SAW berbuka sebelum menunaikan sholat dengan beberapa ruthob (kurma basah), dan apabila tidak memiliki ruthob beliau berbuka dengan beberapa tamr (kurma kering), dan apabila tidak memiliki tamr beliau berbuka dengan meneguk seteguk air.” (HR. Tirmidzi).
Sebelum menikmati makanan berbuka, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca doa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, saat berbuka ada doa yang tidak akan ditolak.”
Sementara dalam riwayat Abu Daud dari hadits Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW membaca doa berikut sebelum berbuka:
“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil uruuqu wa trabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah SWT.”
Bulan Ramadhan dan Zakat Fitrah
Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan kesempatan untuk mengamalkan ibadah yang dicintai Allah SWT. Salah satu ibadah penyempurna puasa adalah zakat fitrah. Selain berfungsi untuk membersihkan hati dan jiwa, zakat fitrah juga berperan sebagai pilar keseimbangan sosial yang membantu kaum yang membutuhkan.
ZX bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) provinsi Jawa Barat telah mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui berbagai program penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS).
Kini, zakat dapat ditunaikan secara lebih mudah melalui platform pembayaran zakat online. Dengan berzakat, kita tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga membuka pintu rezeki dan memperkuat rasa syukur serta kebermaknaan dalam hidup. Semoga amalan ini menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi kita semua. Aamiin